Mengapa Kita Harus Melanjutkan Pendidikan Di Perguruan Tinggi

Kategori

Melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau kuliah tentunya adalah idaman setiap orang. Meskipun tidak semua memiliki pendapat yang sama mengenai hal tersebut, tetapi melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang tertinggi merupakan mimpi hampir semua orang. Pendidikan yang semakin tinggi tentu dalam masyarakat umum lebih dipandang dan “terjamin”. Apalagi sebagai orang tua, memiliki anak yang kuliah hingga menyandang status “Sarjana” adalah idaman sekaligus kebanggan yang tak ternilai harganya.

Begitupun dengan mereka, calon maupun yang telah menjadi mahasiswa, ada kebanggaan tersendiri menjadi anak kuliahan. Bukan hanya untuk belajar dan menerima segudang tugas dari para dosen, namun lebih dari itu. Menjadi anak kuliahan memiliki “nilai lebih”.

Baca Juga : Universitas Swasta Terbaik di Jakarta 2019

Menemukan dan mengalami hal-hal baru dalam dinamika kampus yang penuh dengan gejolak akademis dan non akademis yang menantang. Ketertarikan untuk menjadi anak kuliahan memang tak sekedar hanya untuk mengejar cita-cita semata, terdapat tujuh alasan mendasar mengapa seseorang ingin berkuliah, yaitu:

Mencari Pekerjaan.

Alasan ini paling utama dan mendominasi seseorang untuk berkuliah. Bahkan dalam persepsi mahasiswa, kuliah membantu untuk memperoleh pekerjaan, meskipun nantinya pekerjaannya terkadang tak sejalan dengan keilmuan yang digeluti dalam perguruan tinggi sebelumnya. Ini lumrah terjadi di lapangan. Pada intinya ingin dapat kerja dan bisa mencukupi kebutuhan hidup.

Belum lagi beberapa kampus belakangan ini mempromosikan dan menyatakan siap untuk menghasilkan sarjana yang siap kerja, dengan beragam jaringan lapangan kerja yang tersebar di perusahaan dalam negeri maupun luar negeri.

Meningkatkan SDM

Kuliah untuk belajar dan mau meningkatkan sumber daya manusia, bagi sebagian mahasiswa saat ini menjadi prioritas kedua setelah posisi pertama di atas yang mendominasi versi saya pribadi. Jarang terdengar orang kuliah saat ini benar-benar ingin mau meningkatkan SDM (belajar dengan serius) dan ilmunya bisa bermanfaat untuk orang banyak.

Mahasiswa saat ini memang cenderung pragmatis. Meskipun ada, itu pun bisa dihitung dengan jari. Individualis dan egois, dua sisi sifat ini telah membentuk karakter manusia yang namanya mahasiswa.

Status Sosial

Kuliah bagi sebagian masyarakat yang mampu atau berduit tentu merupakan sebuah simbol dan lambang “kemampuan”. Kuliah yang masih dipersepsikan sebagai pendidikan tinggi dengan biaya mahal plus fasilitas pelengkap lainnya adalah kebanggaan dan kepuasan tersendiri bagi Si orang tua dan Si mahasiswa https://duck.co/user/universitas. Bahkan ada yang dengan jor-joran “mempublikasikan” keluarga ataupun anak sendiri kuliah sampai keluar negeri.

Berorganisasi

Ini pun menjadi pertimbangan yang cukup besar, mengapa seseorang semangat untuk kuliah. Selain untuk menjalankan aktivitas perkuliahan yang formal, kegiatan ekstra atau organisasi untuk mengisi waktu luang sangat memberikan kontribusi besar terhadap mahasiswa yang bersangkutan.

Bahkan bagi mahasiswa yang aktif dan serius menekuni organisasi, mampu dan bisa menjadi modal sekaligus jaminan ketika terjun di lapangan untuk memperoleh pekerjaan.

Mencari Relasi

Kuliah Universitas Swasta Terbaik selain berhadapan dengan orang dengan yang berasal dari beragam daerah, suku, Ras, Agama, kuliah juga sarana tepat untuk mencari relasi baru. Terkadang kampus dijadikan ruang strategis dalam membangun jaringan, yang bertujuan untuk mengenal satu sama lainnya yang nantinya akan mengarah pada sebuah tujuan pasti.

Semakin banyak memiliki teman (relasi) semakin bagus. Ini bisa dimanfaatkan untuk mencari beragam informasi yang dibutuhkan oleh Si mahasiswa dikemudian hari. Apalagi saat ini, pertumbuhan jejaring sosial yang semakin merebak di kalangan mahasiswa dengan mudah membuat sebuah komunitas di halaman media sosial, dan saling berinteraksi satu sama lain dengan beragam tujuan, dari membicarakan aktivitas sehari-hari hingga tawaran pekerjaan. Sangat membantu bukan!

Partisifasi

Bagi pelajar yang baru melanjutkan ke jenjang Universitas, bahkan nyaris tak memiliki tujuan kenapa harus kuliah sebenarnya hanyalah untuk menghindar dari pekerjaan rumah ataupun belum siap mencari lapangan pekerjaan. Terkadang mahasiswa seperti ini hanyalah sekadar ikut-ikutan (partisifasi).

Kuliah hanya dijadikan sebagai “trendsetter”, gagah-gahan dan agar dianggap keren (intelek). Sesungguhnya dalam hati kecil tidak sepaham dengan pemikiran tersebut. Mahasiswa seperti ini cenderung hanya menghambur-hamburkan uang dan suka berfoya-foya.

Cari Jodoh

Tak bisa dipungkiri memang, meskipun sebagian mahasiswa Universitas Swasta Terbaik di Jakarta malu untuk menyatakan tujuan kuliah mereka sebagai ajang untuk cari jodoh, namun sudah banyak bukti yang telah lulus dari PT, akhirnya menjalin hubungan serius dan menindak lanjuti ke jenjang yang lebih serius (menikah). Ini fakta yang berbicara, menjalin asmara sesama anak kuliahan adalah hal objektif yang bisa kita saksikan. Mungkin karena sudah merasa cocok dan satu pandangan.



  • 5 Tips Memilih Universitas Swasta yang Baik dan Berkualitas

    Kategori │Tips

    5 Tips Memilih Universitas Swasta yang Baik dan Berkualitas – Tidak dipungkiri bahwa universitas negeri menjadi impian para calon mahasiswa baru.

    Namun, daya tampung yang cukup terbatas, yaitu hanya tersedianya 20-40 persen dari tiap jalur penerimaan menyebabkan tidak semua calon mahasiswa baru bisa lolos ke perguruan tinggi negeri.

    Lalu bagaimana para pendaftar yang tidak lolos dari jalur penerimaan perguruan tinggi negeri? Sebagian orang yang tetap ingin mempertahankan impiannya bisa jadi memilih untuk mengikuti proses seleksi PTN di tahun selanjutnya.

    Baca Juga : Kampus Swasta Terbaik di Jakarta

    Tetapi tidak sedikit juga yang akhirnya melanjutkan untuk masuk ke universitas swasta.

    Meskipun masih banyak pandangan yang menganggap bahwa mengambil pilihan untuk kuliah di universitas swasta adalah pilihan yang salah, namun fakta yang terjadi dilapangan menunjukkan sebaliknya. Banyak universitas swasta, khususnya di Indonesia memiliki akreditasi dan lulusan yang baik.

    Berikut adalah 5 tips yang wajib Anda perhatikan untuk memilih Kampus Swasta Terbaik di Jakarta yang baik dan berkualitas.

    Nama Universitas Swasta yang akan Dipilih

    Pilihlah universitas https://www.trover.com/u/kampus yang namanya terkenal baik. Tidak bisa dipungkiri bahwa nama universitas swasta yang terkenal bisa meningkatkan peluang ketika Anda sudah mulai memasuki dunia kerja.

    Akreditasi Universitas

    Ketika Anda sudah memilih universitas swasta yang menurut Anda bagus, selanjutnya lihatlah akreditasi dari universitas tersebut. Apakah memiliki akreditasi A (sangat baik), Akreditasi B (baik), Akreditasi C (kurang) dan belum terakreditasi.

    Peringkat akreditasi suatu universitas bisa Anda research online melalui website BAN – PT.

    Akreditasi Jurusan yang Dipilih

    Sudah pasti Anda memiliki jurusan impian yang sesuai dengan minat Anda. Namun, ketika Anda menemukan jurusan impian Anda di kampus swasta yang akan Anda pilih, jangan lupa untuk diperhatikan kembali akreditasinya apakah A, B atau C.

    Pastikan jurusan yang Anda pilih memiliki akreditasi yang bagus http://kampusswasta.brandyourself.com/. Karena hal tersebut juga bisa mempegaruhi Anda ketika sedang mencari pekerjaan.

    Output dan Rekomendasi dari Alumni

    Maksud dari output adalah, lulusan dari kampus swasta tersebut. Anda wajib untuk perhatikan alumni atau lulusan dari kampus yang akan Anda tuju.

    Sama halnya dengan PTN, perhatikan berapa persen alumni yang langsung terjun ke dunia kerja, serta perusahaan-perusahaan dimana para alumni universitas bekerja.

    Kemudian jangan ragu untuk mencari review universitas swasta yang akan Anda tuju dari alumninya. Karena review dari mereka pastinya akan sangat membantu untuk keberlangsungan perkuliahan Anda kedepannya.

    Jika Anda sudah menemukan universitas swasta yang cocok setelah dilihat dari 4 poin di atas, yang terakhir saatnya perhatikan biaya kuliahnya. Pandangan bahwa PTS jauh lebih mahal dari PTN masih sering terjadi.

    Baca Juga : Kampus Swasta Terbaik di Jakarta

    Hal tersebut tidak salah jika kampus yang Anda pilih memiliki akreditasi yang sangat baik, fasilitas lengkap serta output yang bagus. Namun, tidak perlu khawatir jika anggaran kuliah yang sudah Anda siapkan masih tidak mencukupi.



  • Tips Jitu Untuk Mendapatkan Beasiswa

    Kategori │Tips

    Thanks to technology Tips Jitu Untuk Mendapatkan Beasiswa dan anak muda zaman sekarang yang sangat proaktif demi kemaslahatan masa depannya (aih), informasi seputar beasiswa kini dapat diakses oleh siapa saja.

    Tapi bukan berarti hal tersebut berkorelasi dengan tingkat kemudahan menembus beasiswa, gaes! Makin banyak yang kepo-kepo soal beasiswa, makin banyak yang berminat, dan tentunya tingkat persaingan untuk mendapatkannya pun akan semakin tinggi. Jadi harus pinter-pinter, nih, nyusun strategi tembus beasiswa sedemikian rupa agar mimpi kamu untuk menyambung pendidikan tinggi dengan bantuan dana bisa terealisasi.

    Nah, nggak peduli apa pun jenis dan tipe beasiswa yang kamu pilih, tips-tips berikut ini bakal membantu kamu untuk sukses mendapatkannya.

    Baca Juga : Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia

    1. Keputusan untuk mendaftarkan diri mengambil beasiswa bukanlah sesuatu yang instan. So, rencanakan keputusan ini minimal dua belas bulan sebelum kamu mendaftarkan diri.

    Ada banyak alasan yang dapat mendukung saran satu ini. Pertama, dengan jeda waktu yang disediakan, kamu masih bisa mempelajari dan mengulik lebih dalam informasi yang kamu butuhkan. Bener, nggak, beasiswa inceran kamu beneran sesuai dengan target, dan apakah kriteria penerima sudah sesuai dengan apa yang kamu miliki saat ini?

    Kedua, kamu bisa manfaatkan waktu yang panjang tersebut untuk mempersiapkan berkas-berkas yang dibutuhkan. Percaya, deh, mengurus selembar surat itu nggak sesebentar yang kamu bayangkan. Kalau untuk memproses satu surat aja bisa makan satu 1-2 minggu, gimana kalau persyaratannya meminta kamu menyediakan belasan jenis surat?

    Kalau tujuan kamu adalah beasiswa luar negeri, maka waktu minimal kamu merencanakan keputusan ini adalah delapan belas bulan sebelum mendaftarkan diri. Hal ini disebabkan karena tambahan syarat-syarat internasional yang sedikit lebih rumit dan persiapan mental yang ekstra. Semangat, ya!

    2. Carilah beasiswa dengan kata kunci yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kamu. Nyari beasiswa itu kayak nyari jodoh, sob. Cocok-cocokan! Hihihi.

    Misalnya, kamu adalah siswa berprestasi yang ingin mencari beasiswa kuliah tingkat sarjana. Nah, kondisi kamu saat ini adalah berasal dari keluarga berekonomi lemah. Nah, kata kunci yang harus kamu gunakan adalah beasiswa S1, siswa berprestasi, dan kurang mampu.

    3. Begitu pula halnya jika kamu menginginkan beasiswa yang lebih spesifik. Pastikan kalau kamu sudah mengetahui maksud dan tujuan beasiswa tersebut sebelum menyesuaikannya dengan apa yang kamu butuhkan. Contohnya jika kamu ingin mengambil beasiswa riset/penelitian, beasiswa atletik cabang olahraga tertentu, atau beasiswa program studi tertentu.

    Nggak cuma untuk bahan pencarian di internet, tapi trik ini juga bisa kamu gunakan jika ingin menanyakan seputar informasi ke mana saja, seperti badan kemahasiswaan atau dalam pameran pendidikan. Semakin sesuai kriteria calon penerima beasiswa dengan kebutuhan dan kondisi kamu, maka kesempatan menembus beasiswa yang dituju akan semakin besar!

    4. Mengulik informasi informal juga nggak kalah penting dengan informasi formal yang kamu dapatkan dari sumber resmi, lho, gaes. Kamu juga perlu kepo-kepo dengan para alumni penerima beasiswa tersebut seputar pengalaman mereka dalam mendaftarkan diri, proses seleksi, sampai tips-tips kece supaya bisa tembus beasiswa idaman.

    5. Sebagian besar beasiswa merupakan beasiswa prestasi. Nah, jika beasiswa tipe ini menjadi incaran kamu, wajib banget hukumnya untuk menjaga nilai-nilai akademik agar terus konsisten, dan lebih baik lagi jika terus mengalami peningkatan. Kalau tiap tahunnya nilai kamu terus menurun, alamat harapan kecil, deh.

    6. Pelajari persyaratan dan kriteria pendaftaran calon penerima beasiswa baik-baik. Jangan cuma sekadar dibaca sekilas—apalagi baca judulnya doang. Emang kamu lagi nyimak akun hosyip?

    Soalnya, untuk dapat menembus suatu beasiswa, kamu wajib memenuhi semua kriteria yang di persyaratkan, kecuali jika dituliskan keterangan ‘opsional’, yang artinya hanya sebagai pelengkap. Apalagi jika kamu mendaftarkan diri ke beasiswa ikatan dinas dari lembaga pemerintahan yang persyaratannya bener-bener spesifik. Kalau kamu emang nggak bisa memenuhi satu kriteria, sia-sia aja, gaes, effort kamu untuk mengharapkan beasiswanya.

    Sebagai gambaran, inilah informasi penting yang harus kamu ketahui terkait pendaftaran beasiswa:

    Persyaratan pendaftar. Umumnya adalah jenjang pendidikan minimal, usia maksimal, kefasihan bahasa asing (terutama bahasa inggris), latar belakang ekonomi, bidang jurusan yang diminati, asal daerah/domisili, serta komitmen dan kesediaan kamu setelah lulus untuk bekerja di tempat yang disyaratkan

    Persyaratan administrasi. Umumnya yang harus dimiliki dan dilengkapi adalah formulir pendaftaran, CV, motivation letter, serta sertifikat TOEFL/bahasa asing lainnya

    Baca Juga : Beasiswa Untuk Mahasiswa S1

    Tatacara pengiriman berkas, misalnya apakah cukup dikirim via email dengan format digital atau harus dalam bentuk berkas fisik via paket/pos serta alamat penerima

    Batas tanggal pendaftaran, tanggal seleksi, dan tanggal pengumuman penerimaan beasiswa

    Merujuk dari poin 6, artinya kamu harus pastikan bahwa dokumen persyaratan yang dibutuhkan harus lengkap dan sesuai dengan kriteria. Kalau sampai ketinggalan atau salah dokumen satuuu aja, bablas sudah!

    7. Jangan dipikir kalau berkas pendaftaran yang akan kamu kumpulkan cuma jadi syarat formalitas aja, ya. Dokumen-dokumen tersebut akan melewati proses validasi yang keabsahannya akan dicek satu per satu. Jadi, kalau ada satu dokumen yang salah atau kelupaan, dijamin kamu nggak akan lolos ke tahap seleksi selanjutnya. Nah, tahap ini nih, yang katanya bikin pendaftar keburu gugur sebelum sempat dipanggil wawancara.

    Hikmahnya, ikutin persyaratan pendaftaran tanpa banyak tapi-tapian. Kalau diminta lampirkan sertifikat TOEFL, ya kamu harus lampirkan sertifikat TOEFL terlegalisir yang masih berlaku. Jangan pakai yang udah dari 5 tahun yang lalu, apalagi nyoba tipu-tipu pakai sertifikat TOEFL bodong!

    8. Selalu jaga kesehatan fisik dan mental. Banyak beasiswa s1 yang mensyaratkan calon penerimanya untuk melampirkan surat pernyataan sehat, atau bahkan mewajibkan kamu untuk melakukan tes fisik sebagai salah satu seleksi penerimaan. Jangan sampai kesehatan kamu menghalangi kamu untuk mendapatkan beasiswa idaman!

    9. Kalau kamu orangnya oportunis alias mendaftar ke lebih dari satu beasiswa, ada baiknya kalau kamu susun timetable. Tuliskan jadwal pendaftaran, batas akhir pengumpulan, proses seleksi, sampai tanggal pengumuman tiap-tiap beasiswa yang kamu daftarkan. Dengan begitu, kamu bisa keep up dengan jadwal masing-masing beasiswa.

    10. Hampir setiap seleksi beasiswa mensyaratkan tahap wawancara yang wajib dilalui oleh calon penerima beasiswa s1. Nah, nggak ada kunci sukses lain selain menjawab pertanyaan-pertanyaan wawancara secara jujur, nggak bertele-tele, dan relevan. Pokoknya do your best, deh!

    Tentu akan semakin baik jika kamu mengedukasi diri dan berlatih (simulasi) terlebih dahulu sebelum siap menghadapi tahap wawancara. Iya, dong, sob. Kalau emang ingin hasil yang terbaik, masa’ kamu dateng tanpa persiapan?

    11. Tahap wawancara wajib menggunakan bahasa Inggris atau bahasa asing lain? Nggak masalah! Poles kelancaran berbahasa Inggris atau bahasa asing lain kamu sedini mungkin agar dapat menggunakan bahasa tersebut dengan luwes dan aktif agar dapat menjawab pertanyaan yang diajukan dengan tepat dan lancar.

    12. Udah ngelakuin hal-hal di atas, tapi tetep nggak ada satu pun beasiswa yang bisa kamu tembus? That’s totally okay. Persiapkan mental kamu untuk apa pun yang terjadi, karena meskipun meskipun untuk mendapatkan beasiswa nggak segampang yang kamu kira, kesempatannya nggak akan tertutup meskipun kamu sempat menemui kegagalan. Kamu bisa coba lagi, lagi, dan lagi!

    Baca Juga : Tips Memilih Tempat dan Jurusan Kuliah

    Daripada kecewa berlarut-larut, jadikan pengalaman kamu ini sebagai pelajaran. Siapa tahu, hikmah yang bisa kamu ambil bisa membawa kamu ke kesuksesan untuk beasiswa selanjutnya. Ingat, Tips Jitu Untuk Mendapatkan Beasiswa hanyalah untuk kamu yang selalu berusaha dan nggak pernah menyerah. Jangan lupa kunjungi kami di Cara Berhenti Donasi Unicef dengan mengeklik tautan ini https://republikseo.net/cara-berhenti-donasi-unicef/




  • Tips Memilih Tempat dan Jurusan Kuliah

    Kategori

    Tips Memilih Tempat dan Jurusan Kuliah - Selama bertahun-tahun belakangan ini, lowongan kerja dan peluang karier semakin sulit untuk didapatkan. Hal ini tentu menjadi sebuah pertimbangan utama yang harus dipikirkan saat akan melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah. Butuh kehati-hatian dalam memilih tempat dan jurusan kuliah, agar ilmu yang diperoleh nantinya benar-benar bisa menjadi jaminan bagi masa depan.

    Bukan rahasia lagi jika Indonesia memiliki ribuan sarjana yang tidak atau belum mendapatkan pekerjaan layak dan sesuai dengan jurusan yang diambilnya pada saat kuliah. Lapangan kerja begitu sempit, sementara dunia pendidikan melahirkan ribuan lulusan sarjana setiap tahunnya.

    Maka bisa dipastikan ribuan sarjana menganggur dan tidak terserap oleh lapangan kerja. Persaingan dalam dunia kerja begitu ketat, di mana satu posisi dicari dan dibutuhkan oleh ribuan orang sarjana. Bayangkan, bagaimana kerasnya persaingan dalam mendapatkan sebuah pekerjaan.

    Persiapkan Sejak Awal

    Masalah dunia kerja yang sempit adalah sebuah masalah yang sangat kompleks, di mana hal tersebut tidak akan terselesaikan dengan mudah dan dalam waktu yang singkat saja. Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka akan sangat baik jika kamu sejak awal telah mempersiapkan diri menghadapinya dengan persiapan yang maksimal.

    Baca Juga : Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Jakarta

    Meski terbilang masih jauh dari usia untuk bekerja, namun tidak ada salahnya kamu membenahi diri sejak awal dan memperhitungkan segala peluang dan kesempatan yang bisa kamu dapatkan di masa yang akan datang, terutama di dalam bidang pekerjaan.

    Ada banyak orang yang bekerja di luar bidang yang diminatinya, hanya karena lapangan kerja tersebutlah yang bisa dimasuki olehnya, meskipun sebenarnya jurusan atau ilmu yang diambil selama kuliah sangat jauh dari pekerjaan tersebut. Bahkan ada banyak orang yang memilih jurusan kuliahnya di luar bidang yang diminatinya, hanya karena ia ingin cepat-cepat bekerja setelah lulus nanti dan mendapatkan penghasilan yang baik dari sana.

    Kuliah dan bekerja memang dua hal yang berbeda, namun akan sangat menyenangkan jika kamu bisa menjalani kedua hal tersebut dalam bidang yang memang benar-benar kamu kuasai dan kamu minati sejak awal. Dengan begitu, kamu akan merasa nyaman dan lebih senang dalam bekerja setelah menyelesaikan kuliahmu dengan baik.

    Tetapi untuk bisa mendapatkan kedua hal tersebut tentu bukan sebuah perkara yang mudah untuk dilakukan, meski bukan juga hal yang terlalu sulit. Untuk bisa mendapatkannya, simak beberapa langkah di bawah ini sebelum kamu memilih jurusan kuliah UNTAR yang kelak bisa kamu andalkan sebagai bekal untuk masa depanmu:

    1. Ketahui Minat dan Bakat Sejak Awal

    Banyak orang yang tidak mengenal baik minat dan bakat yang terpendam di dalam dirinya. Hal inilah yang kemudian sering membuat seseorang memilih jurusan kuliah dan bahkan pekerjaan yang salah di dalam hidupnya. Biasakan mengasah kemampuan diri terhadap berbagai ilmu yang kamu pelajari di sekolah. Hal ini akan membantumu mengenali minatmu dengan baik.

    Jangan tergoda dengan berbagai hal yang sebenarnya tidak begitu kamu inginkan, tetapi kamu menggelutinya hanya karena ingin terlihat keren atau pintar di depan orang-orang. Kesampingkan ego seperti itu, karena itu bisa membawamu semakin jauh dari minat dan bakatmu.

    Minat dan bakat tentu harus seimbang, tidak baik jika salah satunya berlebihan. Lakukan beberapa tes yang bisa mengukur kemampuan dan juga keinginanmu pada satu bidang. Dengan begitu, kamu bisa melihat dengan baik bidang apa yang paling kamu kuasai dan paling kamu minati.

    2. Pilih Jurusan yang Tepat

    Setelah mengetahui dengan baik mengenai minat dan bakatmu, maka akan lebih mudah untukmu memilih salah satu jurusan atau bidang mata kuliah tertentu. Ini langkah awal yang baik, agar berbagai hal lainnya bisa dipersiapkan dengan mudah dan sesuai dengan pilihan kamu yang sudah pada tempatnya tersebut.

    Jangan terburu-buru dalam memilih jurusan kuliah yang akan kamu tempuh, pikirkan hal tersebut dengan matang dan penuh pertimbangan. Jika kamu mengalami kesulitan dalam mempertimbangkan dua atau tiga jurusan yang kamu minati, maka ada baiknya untuk meminta gambaran pada orang yang ahli atau setidaknya wali kelas atau orangtuamu yang mengerti akan kemampuan belajarmu selama ini.

    3. Perhitungkan Juga Peluang Kerja dan Karier

    Dalam memilih jurusan kuliah, jangan lupa untuk mempertimbangkan peluang karier yang bisa kamu dapatkan dari jurusan tersebut. Banyak orang yang tidak memikirkan hal ini sejak awal, sehingga setelah lulus mereka kebingungan dalam mencari pekerjaan.

    Perhitungkan dengan matang seberapa besar peluangmu mendapatkan pekerjaan setelah lulus nanti. Cari tahu mengenai hal ini lewat internet ataupun berbagai media lainnya yang berkaitan dengan karier dan bisnis. Dengan begitu, kamu bisa memilih satu jurusan UNTAR yang terbaik dan memiliki peluang kerja yang baik pula di masa yang akan datang.

    4. Diploma atau Sarjana?

    Lulusan diploma dan sarjana tentu akan memiliki peluang kerja yang berbeda, di mana peluang ini akan sangat tergantung pada tempat kerja yang akan kamu tuju nantinya setelah kelulusan. Jika kamu ingin bekerja menjadi seorang guru, maka sangat tidak mungkin untuk mengambil jenjang diploma. Sebaliknya jika kamu berniat untuk menjadi seorang staf keuangan di sebuah perusahaan, maka akan sangat baik jika kamu memilih jenjang diploma akuntansi.

    Tak ada yang lebih baik antara satu dengan yang lainnya, baik diploma atau sarjana keduanya memiliki kelebihan dan juga kekurangan masing-masing. Tak perlu memaksakan diri untuk menjadi sarjana, jika memang karier yang dituju juga bisa diraih dengan ijazah diploma, dan hal ini juga berlaku sebaliknya.

    5. Temukan Universitas Terbaik

    Adalah hal yang membanggakan jika kita menjadi lulusan dari sebuah universitas terbaik, namun ini tentu bukan sebuah hal yang mudah untuk didapatkan. Butuh kerja keras dan juga kemampuan akademik yang bagus untuk bisa duduk di universitas terbaik, karena itu persiapkan dirimu sedini mungkin. Ada banyak universitas yang bagus dan bisa dijadikan pilihan, namun akan selalu ada jurusan favorit di setiap universitas UNTAR, dan apakah itu jurusan yang kamu tuju?

    Jika jurusan yang kamu tuju adalah jurusan favorit di salah satu universitas terbaik, maka kamu harus siap-siap untuk memiliki ratusan atau bahkan ribuan saingan dalam memperebutkan bangku kuliah di sana. Itu bagian dari risiko, jadi pastikan kamu benar-benar siap untuk bersaing masuk ke universitas terbaik yang kamu impikan.

    6. Pertimbangkan Lokasi Kampus

    Kuliah akan berbeda dengan sekolah, besar kemungkinan kamu akan ke luar kota atau bahkan ke luar negeri dan menjalani kuliah yang jauh dari orang tua. Kamu harus siap untuk risiko seperti ini, terutama jika tempat tinggal kamu berada jauh dari kota yang memiliki universitas di dalamnya, maka mau tidak mau kamu harus berpisah dengan orang tua.

    Lokasi kampus merupakan hal yang sangat penting untuk dipertimbangkan, namun ini tidak akan menjadi masalah jika kamu memang telah siap sejak awal untuk kuliah jauh dari orang tua. Jangan memilih sebuah universitas hanya karena lokasinya dekat dengan tempat tinggalmu, meskipun sebenarnya universitas tersebut tidak begitu bagus. Semua akan ada awalnya, bahkan untuk kamu yang tinggal jauh dari orang tua.

    7. Cari Tahu Profil Alumni

    Saat mencari perguruan tinggi untuk melanjutkan pendidikan, kamu perlu mencari tahu profil dan latar belakang para alumni. Tak ada salahnya kamu minta testimoni atau berkonsultasi dengan beberapa di antaranya agar dapat memberikan masukan, pendapat yang bisa menjadi bahan pertimbanganmu memilih tempat dan jurusan kuliah UNTAR. Tapi ingat ya, keputusan ada di tanganmu.

    8. Buat Perhitungan Biaya

    Hal yang tak kalah penting untuk dipertimbangkan adalah masalah biaya selama kuliah. Ingat, ini sangat penting dan wajib untuk kamu pertimbangkan sejak awal. Buat perhitungan yang detail mengenai semua komponen biaya yang akan kamu butuhkan selama kuliah, hal ini meliputi biaya kuliah, biaya bulanan, dan berbagai biaya lainnya yang akan kamu butuhkan.

    Sangat penting untuk mengetahui besaran biaya tersebut, agar orang tua bisa mempersiapkannya sejak awal, sehingga kamu tidak akan mengalami gangguan biaya selama menjalani kuliah nanti.

    Baca Juga : PMB UNTAR Universitas Tarumanagara Jakarta

    Pilih yang Terbaik dan Sesuai Dengan Keuangan

    Setiap orang tentu ingin mendapatkan pendidikan yang terbaik bagi masa depan mereka. Selalu pertimbangkan jurusan dan lapangan kerja yang akan kamu tuju nantinya setelah lulus kuliah. Namun yang tak kalah penting, pertimbangkan masalah biaya dan kemampuan keuangan yang dimiliki oleh orang tua. Temukan jurusan terbaik dan karier impian kamu, agar masa depanmu bisa cerah dan menjanjikan Tips Memilih Tempat dan Jurusan Kuliah.